Refleksi Isra’ Mi’raj 1447 H: “Jaga Shalat dalam keadaan apapun” Keluarga besar SD Djama’atul Ichwan Surakarta memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H yang dilaksanakan pada hari Kamis, 15 Januari 2026. Momen bersejarah ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bagi kita semua tentang perjalanan suci Rasulullah menerima perintah shalat langsung dari Allah SWT. Sejalan dengan Milad ke-104 SD DJI, semangat ketakwaan ini terus kita pupuk demi mencetak generasi yang cerdas dan berbudaya. Kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) kali ini dikemas secara edukatif dengan menghadirkan para pemateri kompeten untuk membimbing siswa-siswi. Untuk kelas 1 dan 5, materi disampaikan oleh Ust. Rohim di Aula Bawah. Sementara itu, kelas 3 dan 4 berkumpul di Aula Atas bersama Ust. Boby, dan siswa kelas 2 serta 6 melangsungkan kajian khidmat di Masjid bersama Ust. Rizal. Pembagian ini bertujuan agar pesan moral dari peristiwa Isra’ Mi’raj dapat tersampaikan sesuai dengan jenjang usia anak. Tema besar yang diusung dalam peringatan kali ini adalah “Jaga Shalat dalam keadaan apapun”. Pesan ini sangat mendalam, mengingatkan kita bahwa shalat adalah fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim. Dalam kondisi sesibuk atau sesulit apa pun, shalat harus tetap menjadi prioritas utama sebagai bentuk pengabdian dan komunikasi ruhani kita kepada Sang Pencipta. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap seluruh siswa dapat mengambil hikmah dari keteladanan Nabi Muhammad SAW. Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa shalat bukan sekadar kewajiban rutinitas, melainkan kebutuhan untuk menjaga hati dan pikiran tetap tenang serta terarah. Dengan disiplin mendirikan shalat, diharapkan karakter disiplin dan jujur akan tumbuh secara alami dalam diri setiap siswa SD Djama’atul Ichwan. SD Djama’atul Ichwan yang telah terakreditasi A terus berkomitmen memberikan pendidikan terbaik yang mengintegrasikan nilai-nilai Taqwa, Cerdas, dan Berbudaya. Peringatan Isra’ Mi’raj ini juga menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam membekali anak didik dengan spiritualitas yang kokoh di tengah perkembangan zaman. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperbaiki kualitas sujud kita sehari-hari. Bagi bapak/ibu yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai program pendidikan kami atau informasi PPDB 2026-2027, silakan menghubungi WhatsApp kami di 085842677073 atau kunjungi laman resmi kami di sddjisurakarta.sch.id. Mari bersama-sama membimbing ananda menjadi generasi yang tak hanya unggul secara akademis, tapi juga teguh dalam menjaga ibadah shalatnya.
Menjemput Cahaya Langit : Refleksi Isra’ Mi’raj 1447 Hisro’ Mi’roj
Menjemput Cahaya Langit: Refleksi Isra’ Mi’raj 1447 H Selamat memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1447 H. Perjalanan semalam yang menembus batas ruang dan waktu ini bukan sekadar kisah sejarah, melainkan bukti nyata kekuasaan Allah SWT yang melampaui logika manusia. Sebuah perjalanan cinta dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga puncaknya di Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadi momentum penguatan iman bagi setiap Muslim. Di saat Rasulullah sedang dirundung kesedihan (Amul Huzni), Allah menghibur beliau dengan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Ini mengajarkan kita bahwa di balik setiap kesulitan yang kita hadapi, selalu ada keajaiban dan pertolongan Allah yang menanti jika kita tetap bersabar. Inti dari perjalanan suci ini adalah turunnya perintah shalat lima waktu. Jika Rasulullah harus menjemput perintah ini langsung ke langit ketujuh, maka shalat adalah “Mi’raj”-nya orang beriman. Lewat shalat, ruh kita berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, melepaskan diri sejenak dari hiruk-pikuk dunia yang fana. Tema utama kita tahun ini adalah “Jaga Shalat dalam keadaan apapun”. Kalimat ini bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa shalat adalah jangkar hidup kita. Dalam kondisi bahagia maupun sulit, dalam keadaan lapang maupun sempit, shalat adalah garis pertahanan terakhir yang menjaga kita agar tetap berada di jalan yang lurus. Menjaga shalat berarti menjaga disiplin diri dan integritas. Orang yang konsisten mendirikan shalat akan merasakan ketenangan batin yang tidak bisa dibeli dengan materi. Sebagaimana janji Allah, shalat yang dilakukan dengan khusyuk akan menjadi benteng yang mencegah kita dari perbuatan keji dan mungkar. Di era modern yang serba cepat ini, kita seringkali merasa terlalu sibuk untuk bersujud. Namun, Isra’ Mi’raj mengingatkan bahwa sesibuk apa pun urusan dunia, menghadap Allah adalah prioritas utama. Jangan sampai kita mengejar dunia yang tertinggal, namun meninggalkan Dia yang mengatur segala urusan dunia tersebut. Bagi keluarga besar SD Djama’atul Ichwan, mari kita jadikan peringatan ini sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas ibadah kita. Mari kita bimbing putra-putri kita agar mencintai shalat sejak dini, menjadikannya kebutuhan, bukan sekadar kewajiban, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang bertakwa, cerdas, dan berbudaya. Selain itu, Isra’ Mi’raj juga mempererat ukhuwah Islamiyah kita. Shalat berjamaah di masjid mengajarkan kita tentang kesetaraan dan persatuan. Tidak ada perbedaan kasta di hadapan Allah; semua berdiri sejajar dalam barisan yang rapi, menunjukkan betapa kuatnya umat Islam jika bersatu dalam ketaatan. Mari kita manfaatkan momen 27 Rajab ini untuk memperbanyak shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Semoga syafaat beliau senantiasa menyertai kita, dan semoga kita diberikan kekuatan untuk terus istiqomah menjalankan sunnah-sunnahnya hingga akhir hayat nanti. Terakhir, marilah kita berdoa agar hati kita senantiasa terpaut pada masjid dan dahi kita selalu ringan untuk bersujud. Selamat merayakan Isra’ Mi’raj 1447 H / 2026 M. Semoga cahaya Sidratul Muntaha senantiasa menerangi langkah hidup kita menuju ridha-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin.