—**Uji Pemahaman Komputasi Siswa, SD Djama’atul Ichwan Gelar Try Out Pertama Matematika** **SURAKARTA** — Melanjutkan rangkaian pemetaan kemampuan akademik siswa, SD Djama’atul Ichwan Surakarta menggelar kegiatan *Try Out* Pertama mata pelajaran Matematika pada Selasa, 4 Agustus 2026. Ujian simulasi ini diikuti oleh para siswa kelas atas sebagai langkah strategis untuk mengukur tingkat pemahaman dan kesiapan mereka. Sejak jam ujian dimulai, suasana ruang kelas terlihat sangat kondusif, tenang, dan penuh konsentrasi. Para siswa tampak tekun meneliti setiap angka, menghitung rumus, serta menyelesaikan soal-soal matematika pada lembar kerja yang telah disediakan dengan pengawasan ketat dari guru di masing-masing kelas. Pelaksanaan *try out* Matematika ini bertujuan untuk melatih ketelitian, kemampuan logika, serta manajemen waktu siswa dalam menyelesaikan berbagai variasi soal ujian. Selain sebagai ajang latih diri, hasil dari ujian ini akan menjadi indikator penting bagi para pendidik dalam mengevaluasi materi yang perlu diprioritaskan. Pihak sekolah berharap melalui kegiatan simulasi yang rutin dan terstruktur ini, para siswa semakin terbiasa dan percaya diri dalam menghadapi ujian yang sesungguhnya. Semangat belajar dan daya juang siswa diharapkan terus konsisten hingga mencapai hasil akademik yang optimal.—
Try Out*:—**Uji Kesiapan Akademik, SD Djama’atul Ichwan Gelar Try Out Pertama Bahasa Indonesia
*Try Out*:—**Uji Kesiapan Akademik, SD Djama’atul Ichwan Gelar Try Out Pertama Bahasa Indonesia ****SURAKARTA** — Dalam rangka mengukur kesiapan akademik serta memetakan pemahaman siswa, SD Djama’atul Ichwan Surakarta menyelenggarakan kegiatan *Try Out* Pertama mata pelajaran Bahasa Indonesia pada Senin, 3 Agustus 2026. Ujian pemetaan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas atas dengan penuh kedisiplinan dan fokus. Suasana tenang dan tertib tampak menyelimuti setiap ruang kelas sejak awal pelaksanaan simulasi ujian. Didampingi oleh guru pengawas yang siaga di depan kelas, para siswa terlihat tekun membaca, menganalisis soal, serta melingkari lembar jawaban dengan teliti. Pelaksanaan *try out* berkala ini bertujuan untuk melatih mental, kedisiplinan waktu, serta membiasakan para siswa menghadapi bentuk-bentuk soal standar ujian. Selain itu, hasil dari ujian simulasi ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi para pendidik untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif ke depannya. Pihak sekolah berharap melalui kegiatan simulasi yang terencana ini, para siswa semakin percaya diri dan siap secara optimal menghadapi berbagai agenda ujian di masa mendatang. Semangat belajar dan ketekunan yang ditunjukkan para siswa diharapkan terus terjaga hingga meraih hasil yang terbaik.—
Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua
:—**Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SD Djama’atul Ichwan Gelar Awalussanah dan Sosialisasi JIHC Tahun Ajaran 2026/2027** **SURAKARTA** — Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SD Djama’atul Ichwan Surakarta sukses menggelar kegiatan *Awalussanah* sekaligus Sosialisasi *Djama’atul Ichwan Home Connection* (JIHC). Kegiatan tahunan yang dihadiri oleh jajaran manajemen sekolah, para guru, serta ratusan wali murid ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan kehangatan di aula sekolah.Agenda diawali dengan prosesi registrasi wali murid yang tertib, dilanjutkan dengan pembukaan formal oleh pihak sekolah. Dalam pemaparannya, pihak sekolah menyampaikan berbagai program strategis, visi pendidikan, serta kesiapan fasilitas dan kurikulum guna mendukung proses belajar mengajar yang optimal, berkarakter, dan berdaya saing bagi para siswa di tahun ajaran baru. Salah satu fokus utama dalam pertemuan ini adalah sosialisasi program JIHC (*Djama’atul Ichwan Home Connection*). Program inovatif ini dirancang khusus untuk mempererat komunikasi, transparansi, serta kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua murid dalam memantau perkembangan akademik maupun karakter anak secara berkelanjutan.Melalui kegiatan ini, SD Djama’atul Ichwan berharap dapat membangun komitmen bersama dengan para wali murid demi menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif. Sinergi yang kuat antara sekolah dan rumah menjadi kunci utama dalam mencetak generasi siswa yang bertaqwa, cerdas, dan berbudaya.—