“Hai teman-teman! Yuk, kita mulai hemat air dari hal kecil! Foto ini kasih kita panduan keren buat ngisi tumbler dengan bijak. Pastiin posisi mulut tumblernya pas di bawah nozzle galon, ya. Trus, ngisinya pelan-pelan aja biar gak tumpah. Setelah penuh, jangan lupa tutup rapat-rapat biar gak bocor di jalan. Dengan begitu, kita udah ikut berkontribusi buat hemat air, lho! “Tahu gak, mencuci tangan juga bisa jadi cara kita hemat air? Foto ini kasih tips simpel yang bisa kita terapin. Pertama, basahin tangan dengan air, trus matikan kran. Kedua, sabunin tangan, gosok hingga bersih. Ketiga, bilas dengan air mengalir seperlunya. Dan yang keempat, keringkan tangan menggunakan tisu atau serbet. Selain bikin tangan bersih, kita juga bisa jadi pahlawan hemat air, deh!” “Kamar mandi juga tempat yang penting buat hemat air. Foto ini kasih panduan WC jongkok dan WC duduk yang bisa kita terapkan. Untuk WC jongkok, gunakan gayung untuk menyiram secukupnya saat bak maupun bab. Kalau pakai WC duduk, tekan tombol flush kecil untuk bak, dan flush besar untuk bab. Gampang, kan? Yuk, kita biasain hemat air di kamar mandi biar bumi kita tetap terjaga! “Siapa bilang wudhu gak bisa hemat air? Foto ini kasih panduan berwudhu dengan alur hemat air yang bisa kita praktekin. Pertama, nyalakan kran secukupnya. Kedua, bilas tanpa membuang air. Dan yang ketiga, matikan kran rapat-rapat setelah selesai berwudhu. Dengan begitu, kita bisa beribadah sambil tetap menjaga lingkungan sekitar, keren kan?” “Tahu gak kalau air tetesan AC bisa dimanfaatkan? Foto ini kasih tips keren buat kita manfaatin air tetesan AC. Caranya simpel, kumpulkan air tetesan AC dalam wadah, trus gunain buat nyiram tanaman sekolah kita. Selain hemat air, kita juga ikut berkontribusi buat jaga lingkungan sekitar. Yuk, kita mulai manfaatin air tetesan AC dan jadi pahlawan lingkungan!”
POKJA KEBERSIHAN
**Surakarta** — SD Djama’atul Ichwan Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi para siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah. Melalui serangkaian sosialisasi dan edukasi panduan perilaku hidup bersih, sekolah berupaya membangun kebiasaan sehat secara konsisten pada setiap aktivitas harian murid. Pada tahap awal, sekolah memaparkan panduan lengkap **Tata Cara Mencuci Tangan yang Baik**. Edukasi ini merinci delapan langkah krusial, mulai dari membasahi tangan, membalur sabun, menggosok punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, hingga mengeringkannya. Penekanan diberikan pada momentum penting seperti sebelum makan, setelah dari toilet, hingga pascabermain agar kuman penyebab penyakit dapat dibasmi sejak dini.Melengkapi imbauan tersebut, poster kampanye bertajuk **Ayo Cuci Tangan dengan Benar** dipasang di berbagai sudut area sanitasi. Langkah ini dirancang untuk memberikan instruksi visual yang praktis dan gampang diikuti siswa saat berada di depan kran air. Kebiasaan ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam memutus rantai penularan penyakit di lingkungan sekolah.Tidak hanya kebersihan diri, kesadaran menjaga lingkungan juga ditanamkan melalui sosialisasi **Buang Sampah pada Tempatnya**. Sekolah secara khusus memfasilitasi pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama, yaitu Sampah Organik (sisa makhluk hidup), Sampah Anorganik (plastik/kaleng), dan Sampah B3 (berbahaya/beracun). Langkah ini melatih tanggung jawab siswa agar tidak membiarkan sampah berserakan.Disiplin penggunaan fasilitas umum turut menjadi sorotan utama melalui gerakan **Siram Toilet Setelah Memakainy** a. Edukasi ini memberikan panduan praktis untuk selalu menekan tombol atau tuas siram hingga air mengalir bersih. Pihak sekolah menekankan bahwa menjaga kenyamanan dan kebersihan toilet merupakan bentuk tanggung jawab bersama sekaligus cerminan nilai-nilai karakter peserta didik.Guna mencegah penyebaran penyakit menular seperti influenza dan penyakit pernapasan lainnya, sekolah secara tegas memberlakukan aturan **Dilarang Meludah Sembarangan**. Siswa diimbau untuk selalu menggunakan tisu atau saputangan jika terpaksa meludah atau bersin, lalu langsung membuangnya ke tempat sampah. Edukasi ini menegaskan prinsip bahwa lingkungan yang bersih adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Pesan kebersihan juga diperkuat melalui poster pengingat **Siramlah Toilet Setelah Digunakan** yang dipasang tepat di dalam area WC. Visual yang ringkas ini hadir untuk membangun pembiasaan refleks (habitual action) pada diri siswa, sehingga kesadaran menjaga kebersihan toilet tetap terjaga tanpa harus selalu diawasi oleh guru.Untuk memperluas jangkauan edukasi, slogan singkat **Cucilah Tanganmu dengan Sabun** turut dipajang di area strategis sekolah. Pesan ini menekankan bahwa mencuci tangan tidak cukup hanya dengan air mengalir, tetapi wajib menggunakan sabun agar kuman dan kotoran terangkat secara optimal.Di samping itu, tabel rincian **Langkah Mencuci Tangan yang Benar** juga dihadirkan dalam format yang ringkas dan terstruktur. Ringkasan tujuh langkah praktis ini memudahkan para siswa muda untuk menghafal serta menerapkan urutan cuci tangan yang tepat setiap kali mereka membasuh tangan di sekolah.Sebagai penutup dari rangkaian kampanye pola hidup bersih, pimpinan sekolah menyampaikan pesan penutup melalui panduan **Tata Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar**. Pesan utama yang ditekankan adalah durasi mencuci tangan minimal selama 20 detik. Dengan sinergi seluruh warga sekolah, SD Djama’atul Ichwan Surakarta optimistis dapat mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan berbudaya. #SDDjamaatulIchwan #SekolahSehat #BudayaHidupBersih #CuciTanganPakeSabun #JagaKebersihanSekolah #PendidikanKarakter #SekolahRamahAnak #PecintaLestari #SurakartaSehat #PerilakuHidupBersihDanSehat
POKJA HAYATI
Pagi yang cerah di SD Djama’atul Ichwan Sala. Matahari bersinar terang, menyinari wajah-wajah ceria para siswa yang siap memulai hari. Hari ini adalah hari yang istimewa, hari di mana mereka akan belajar tentang betapa pentingnya menjaga bumi kita. Dengan semangat yang meluap-luap, mereka berkumpul di halaman sekolah, siap mengikuti program “Kelas Sahabat Bumi”. Program ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Para siswa antusias mendengarkan penjelasan dari guru tentang berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan, mulai dari merawat taman, memilah sampah, hingga membuat proyek lingkungan yang kreatif. Kegiatan pertama yang mereka lakukan adalah menanam bibit pohon. Dengan hati-hati, mereka menggali lubang di tanah, meletakkan bibit pohon dengan penuh kasih sayang, lalu menutupnya kembali dengan tanah yang subur. Setelah itu, mereka menyirami bibit pohon tersebut dengan air yang cukup, berharap agar pohon tersebut tumbuh subur dan menjadi pelindung bumi. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar tentang pentingnya menanam pohon untuk menjaga keseimbangan alam dan mengurangi polusi udara. Mereka juga belajar tentang betapa pentingnya air bagi kehidupan dan bagaimana cara menggunakannya dengan bijak. Selain menanam pohon, para siswa juga belajar tentang pentingnya memilah sampah. Mereka diberi penjelasan tentang berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik hingga sampah anorganik. Setelah itu, mereka mempraktikkan cara memilah sampah dengan benar, memasukkannya ke dalam tong sampah yang sesuai. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar tentang betapa pentingnya mendaur ulang sampah untuk mengurangi limbah dan menjaga kebersihan lingkungan. Mereka juga belajar tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan sekolah dan bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya. Para siswa juga berpartisipasi dalam proyek lingkungan yang kreatif. Mereka membuat berbagai kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas, seperti botol plastik, kardus, dan kertas bekas. Dengan penuh imajinasi, mereka mengubah bahan-bahan bekas tersebut menjadi barang-barang yang berguna dan menarik. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar tentang betapa pentingnya mengurangi penggunaan bahan-bahan plastik dan bagaimana cara memanfaatkannya kembali dengan cara yang kreatif. Mereka juga belajar tentang betapa pentingnya menjaga kelestarian alam dan bagaimana cara melakukannya dengan tindakan-tindakan kecil yang bermanfaat. Di akhir kegiatan, para siswa merasa senang dan bangga karena telah ikut berkontribusi dalam menjaga bumi kita. Mereka berjanji akan terus peduli terhadap lingkungan dan melakukan tindakan-tindakan kecil yang bermanfaat bagi bumi. Dengan semangat yang membara, mereka berharap agar program “Kelas Sahabat Bumi” ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan bersama-sama menjaga bumi, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. #SDDjamaatulIchwanSala #KelasSahabat Bumi #PeduliLingkungan #CintaiBumi #TanamPohon #MemilahSampah #ProyekLingkungan #GenerasiPecintaAlam #MasaDepanLestari #AyoJagaBumiKita