🏆 Apresiasi Prestasi Karate Siswa SD Djamaatul Ichwan 🎉 Kebanggaan dari Matras Kejuaraan Internasional! Kami umumkan dengan penuh rasa syukur dan bangga, salah satu siswa terbaik kami, Ananda Bhattara Deodan Janitradeva dari Kelas 2 C, berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat internasional! Bhattara meraih Juara 2 dalam kategori Pra Usia Dini Kumite +25KG Putra pada ajang bergengsi Kejuaraan Sebelas Maret Internasional Karate Open Championship 2025. Selamat, Ananda Bhattara! Medali perak ini adalah bukti kerja keras dan semangat juangmu yang luar biasa! Apresiasi untuk Semangat Juang dan Disiplin Pencapaian ini bukanlah hal yang mudah diraih. Di balik senyum bangga Bhattara memegang medalinya, ada cerita panjang tentang disiplin tinggi, ketekunan dalam latihan, dan mental baja untuk bersaing dengan atlet-atlet terbaik. Di usianya yang masih belia, ia telah menunjukkan bahwa dengan bimbingan yang tepat dan semangat pantang menyerah, batasan usia bukanlah penghalang untuk mencapai podium tertinggi. Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Bhattara, pelatih, dan dukungan penuh dari keluarga. Peran Sekolah dalam Pengembangan Bakat Prestasi ini semakin memperkuat komitmen SD Djamaatul Ichwan dalam menerapkan visi “Taqwa Cerdas Berbudaya”. Kami percaya bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari nilai akademis, tetapi juga dari pengembangan bakat dan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kami bangga dapat menjadi rumah yang menumbuhkan potensi hebat seperti Bhattara, membuktikan bahwa fasilitas dan program pembinaan kami mampu mencetak generasi yang kompetitif dan bermental juara, siap membawa nama baik sekolah dan kota Solo ke kancah global. Pesan Motivasi untuk Seluruh Siswa Kisah sukses Bhattara Deodan Janitradeva adalah inspirasi bagi seluruh siswa-siswi SD Djamaatul Ichwan. Ini adalah pengingat bahwa setiap anak memiliki potensi unik dan hebat yang siap diasah. Mari jadikan prestasi Bhattara sebagai pemantik semangat untuk terus mencoba, berani bersaing, dan tidak pernah takut gagal. Teruslah berjuang untuk meraih bintang, baik di kelas maupun di luar kelas! Penutup dan Ajakan Dukungan Sekali lagi, kami ucapkan selamat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bhattara atas prestasi yang mengharumkan nama sekolah. Mari kita terus dukung anak-anak kita meraih impian mereka. Bagikan kabar baik ini untuk menyebarkan semangat positif! #KarateJuara #SDDjamaatulIchwan #PrestasiInternasional #KarateOpen2025 #GenerasiEmas
12 November 2025 Memperingati Hari Ayah Nasional
🎯Kau makhluk yg tersiksa sblm disiksa.🎯Kau hanya bisa meronta saat nafsumu digoda. 🎯Saat kebebasan dan kesetaraan telah merobek ketentuan Tuhan. Kau makhluk yg terpasung antara dua alam. 👨💼 Hari Ayah Nasional: Penghargaan untuk Pahlawan Keluarga Paragraf 1: Pengantar dan Penetapan Tanggal Tanggal 12 November 2025 kembali diperingati sebagai Hari Ayah Nasional di Indonesia. Momen istimewa ini merupakan penanda penghargaan dan apresiasi seluruh masyarakat terhadap sosok ayah yang tak kenal lelah berjuang demi keluarganya. Berbeda dengan Hari Ayah Sedunia yang dirayakan pada hari Minggu ketiga di bulan Juni, Hari Ayah Nasional di Indonesia memiliki sejarah dan tanggalnya sendiri. Penetapan tanggal 12 November bermula dari inisiatif kelompok masyarakat pada tahun 2006 di Solo, sebagai upaya untuk menyetarakan penghargaan antara peran ayah dan ibu dalam struktur keluarga. Paragraf 2: Sejarah Singkat Deklarasi Latar belakang penetapan Hari Ayah Nasional berawal dari sebuah sayembara menulis surat untuk Ibu yang diadakan oleh Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Setelah sayembara itu usai, muncul pertanyaan mengapa tidak ada peringatan khusus untuk ayah. Dari sana, inisiatif untuk mendeklarasikan Hari Ayah pun muncul. Pada tanggal 12 November 2006, deklarasi tersebut diresmikan di Balai Kota Solo, dihadiri oleh ratusan orang. Momentum ini kemudian diabadikan sebagai tanggal resmi Hari Ayah Nasional, sebuah hari untuk menghormati peran sentral ayah. Paragraf 3: Makna Sentral Sosok Ayah Peran seorang ayah jauh melampaui sekadar pencari nafkah. Ayah adalah pilar kekuatan, pelindung, dan panutan utama bagi anak-anaknya. Dalam keheningan tindakannya, ayah mengajarkan arti tanggung jawab, keteguhan, dan keberanian. Mereka adalah guru pertama yang menanamkan nilai-nilai moral, etos kerja, dan cara menghadapi tantangan hidup. Peringatan 12 November adalah refleksi kolektif bahwa kasih sayang ayah, meskipun terkadang tidak banyak diucapkan, selalu terasa dalam setiap pengorbanan dan kehadiran nyata. Paragraf 4: Ayah dalam Keluarga Modern Di era modern, makna Hari Ayah semakin berkembang. Ayah masa kini dituntut untuk menjadi sosok yang lebih “hadir” secara emosional, tidak hanya secara fisik. Mereka terlibat aktif dalam pengasuhan (co-parenting), pendidikan, dan pembangunan kedekatan emosional dengan anak. Hari Ayah Nasional 2025 menjadi pengingat bahwa pola asuh yang seimbang membutuhkan kerja sama tim antara ayah dan ibu, menciptakan lingkungan keluarga yang suportif dan utuh bagi tumbuh kembang anak. Paragraf 5: Cara Merayakan yang Bermakna Merayakan Hari Ayah tidak selalu harus dengan hadiah yang mahal. Inti dari peringatan ini adalah ungkapan kasih sayang yang tulus. Beberapa cara sederhana namun bermakna untuk merayakan 12 November 2025 meliputi: menulis surat ucapan pribadi yang mengungkapkan rasa terima kasih, menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan melakukan hobi favorit ayah, atau sekadar menikmati makan malam keluarga sambil berbagi cerita. Kebersamaan dan perhatian tulus adalah hadiah paling berharga. Paragraf 6: Peran Ayah untuk Generasi Emas Peran ayah memiliki dampak signifikan dalam membentuk mental dan karakter anak. Kehadiran ayah yang utuh, yang memberikan validasi dan bimbingan, sangat krusial dalam menyiapkan generasi muda yang unggul dan tangguh. Khususnya dalam konteks Indonesia, peran ayah sangat penting dalam mewujudkan visi Generasi Emas 2045, yaitu generasi yang berkarakter kuat, cerdas, dan siap memimpin masa depan bangsa. Paragraf 7: Ajakan untuk Mengapresiasi Maka, pada Hari Ayah Nasional, 12 November 2025, marilah kita luangkan waktu sejenak untuk berhenti dari kesibukan dan secara khusus mengucapkan “Terima kasih” kepada Ayah. Peringatan ini bukan hanya milik anak-anak kandung, tetapi juga untuk menghormati semua figur ayah, termasuk kakek, ayah tiri, atau mentor yang telah memberikan bimbingan dan cinta tanpa pamrih. Semoga setiap ayah di Indonesia selalu diberi kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan untuk terus menjadi pahlawan sejati di rumah.
Upacara Memperingati Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025
Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 Hari Pahlawan Nasional, yang diperingati setiap tanggal 10 November, merupakan momen krusial bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghormati jasa serta pengorbanan para pejuang kemerdekaan. Pada tahun 2025, peringatan ini kembali menjadi pengingat akan Tragedi 10 November 1945 di Surabaya, sebuah pertempuran heroik di mana rakyat Surabaya, dengan senjata seadanya dan semangat membara, melawan pasukan Sekutu yang mencoba menduduki kembali wilayah Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan kepada dunia bahwa kemerdekaan yang telah diproklamasikan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pertumpahan darah dan tekad yang tak tergoyahkan. Inti dari Hari Pahlawan terletak pada semangat kepahlawanan yang melampaui batas waktu. Semangat ini bukan sekadar keberanian di medan perang, tetapi juga cinta tanah air, rela berkorban, dan persatuan dalam menghadapi ancaman. Para pahlawan dari berbagai latar belakang suku, agama, dan golongan bersatu demi satu tujuan: mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Melalui peringatan ini, generasi penerus diajak untuk merefleksikan nilai-nilai luhur tersebut dan menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah warisan mahal yang harus dijaga. Peringatan tahun 2025 menjadi kesempatan untuk mengaktualisasikan semangat kepahlawanan dalam konteks tantangan modern. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi, “perjuangan” telah bergeser dari fisik menjadi perjuangan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan budaya. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berjuang memberantas kemiskinan, memerangi hoax dan intoleransi, serta mereka yang berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, seperti para guru, tenaga kesehatan, petani inovatif, hingga atlet dan seniman. Pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan, termasuk SD Djama’atul Ichwan seperti yang terlihat pada gambar, memainkan peran penting dalam memastikan narasi kepahlawanan tersampaikan dengan baik. Berbagai kegiatan seperti upacara bendera, ziarah ke taman makam pahlawan, seminar sejarah, dan lomba-lomba edukatif diselenggarakan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan pemahaman historis yang mendalam pada generasi muda. Inisiatif seperti ini memastikan bahwa kisah-kisah heroik tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga sumber inspirasi moral dan etika. Selain sebagai refleksi historis, Hari Pahlawan juga berfungsi sebagai seruan untuk persatuan nasional. Perbedaan pandangan dan keberagaman adalah kekayaan bangsa, namun semangat para pahlawan mengingatkan bahwa kepentingan bangsa harus diletakkan di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Di tengah dinamika sosial dan politik, peringatan ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan menjaga kebhinekaan sebagai modal utama untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Oleh karena itu, Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi sebuah komitmen kolektif. Ini adalah janji bagi setiap warga negara untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan sosial. Dengan menghargai sejarah dan mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, kita memastikan bahwa pengorbanan para pahlawan tidak sia-sia, dan bahwa bendera Merah Putih akan terus berkibar dengan gagah di bumi pertiwi.
10 November 2025 di Peringati Hari Pahlawan Nasional
Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 Hari Pahlawan Nasional, yang diperingati setiap tanggal 10 November, merupakan momen krusial bagi bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghormati jasa serta pengorbanan para pejuang kemerdekaan. Pada tahun 2025, peringatan ini kembali menjadi pengingat akan Tragedi 10 November 1945 di Surabaya, sebuah pertempuran heroik di mana rakyat Surabaya, dengan senjata seadanya dan semangat membara, melawan pasukan Sekutu yang mencoba menduduki kembali wilayah Indonesia. Peristiwa ini menunjukkan kepada dunia bahwa kemerdekaan yang telah diproklamasikan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pertumpahan darah dan tekad yang tak tergoyahkan. Inti dari Hari Pahlawan terletak pada semangat kepahlawanan yang melampaui batas waktu. Semangat ini bukan sekadar keberanian di medan perang, tetapi juga cinta tanah air, rela berkorban, dan persatuan dalam menghadapi ancaman. Para pahlawan dari berbagai latar belakang suku, agama, dan golongan bersatu demi satu tujuan: mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Melalui peringatan ini, generasi penerus diajak untuk merefleksikan nilai-nilai luhur tersebut dan menyadari bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini adalah warisan mahal yang harus dijaga. Peringatan tahun 2025 menjadi kesempatan untuk mengaktualisasikan semangat kepahlawanan dalam konteks tantangan modern. Di era globalisasi dan perkembangan teknologi, “perjuangan” telah bergeser dari fisik menjadi perjuangan di bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan budaya. Pahlawan masa kini adalah mereka yang berjuang memberantas kemiskinan, memerangi hoax dan intoleransi, serta mereka yang berprestasi mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, seperti para guru, tenaga kesehatan, petani inovatif, hingga atlet dan seniman. Pemerintah dan berbagai lembaga pendidikan, termasuk SD Djama’atul Ichwan seperti yang terlihat pada gambar, memainkan peran penting dalam memastikan narasi kepahlawanan tersampaikan dengan baik. Berbagai kegiatan seperti upacara bendera, ziarah ke taman makam pahlawan, seminar sejarah, dan lomba-lomba edukatif diselenggarakan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan pemahaman historis yang mendalam pada generasi muda. Inisiatif seperti ini memastikan bahwa kisah-kisah heroik tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga sumber inspirasi moral dan etika. Selain sebagai refleksi historis, Hari Pahlawan juga berfungsi sebagai seruan untuk persatuan nasional. Perbedaan pandangan dan keberagaman adalah kekayaan bangsa, namun semangat para pahlawan mengingatkan bahwa kepentingan bangsa harus diletakkan di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Di tengah dinamika sosial dan politik, peringatan ini menegaskan kembali pentingnya kolaborasi, gotong royong, dan menjaga kebhinekaan sebagai modal utama untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Oleh karena itu, Hari Pahlawan Nasional 10 November 2025 bukan hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi sebuah komitmen kolektif. Ini adalah janji bagi setiap warga negara untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan sosial. Dengan menghargai sejarah dan mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari, kita memastikan bahwa pengorbanan para pahlawan tidak sia-sia, dan bahwa bendera Merah Putih akan terus berkibar dengan gagah di bumi pertiwi.
PERSAMI PRAMUKA PENGGALANG SD DJAMA’ATUL ICHWAN SURAKARTA 1-2 NOVEMBER 2025 DI KOREM 074/WARASTRATAMA
Persami Penuh Semangat di Korem 074 / Warastratama Sabtu pagi, 1 November 2025, suasana haru dan penuh semangat menyelimuti Korem 074 / Warastratama, lokasi bersejarah yang menjadi saksi dimulainya agenda Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) bagi siswa-siswi kelas 5 dan 6 SD Djama’atul Ichwan Surakarta. Kegiatan diawali dengan proses registrasi yang tertib, di mana setiap peserta menerima kelengkapan perkemahan mereka. Setelah semua siap, Upacara Pembukaan Persami dilaksanakan dengan khidmat, menanamkan rasa disiplin dan kebanggaan sebagai Pramuka. Puncak kegiatan awal adalah pendirian tenda, sebuah momen kerja sama yang nyata, di mana siswa-siswi bahu-membahu bersama pendamping tenda masing-masing, memastikan “rumah” mereka tegak berdiri dengan sempurna sebelum waktu istirahat tiba. Setelah beristirahat sejenak untuk memulihkan energi dan melaksanakan Sholat Dhuhur berjamaah, seluruh peserta menikmati santap siang yang sederhana namun terasa nikmat di alam terbuka. Sore harinya, pikiran para siswa dialihkan ke dunia sains dan teknologi. Mereka berkumpul untuk sesi Pembatan Roket Air, belajar merakit dan memahami prinsip-prinsip aerodinamika sederhana. Sesi ini dilanjutkan dengan Praktek Peluncuran Roket Air yang dipenuhi sorakan gembira. Melihat roket rakitan mereka melesat tinggi ke angkasa setelah diberi tekanan air dan udara menjadi pengalaman edukatif yang sangat berkesan. Memasuki waktu sore, kegiatan dihentikan sementara untuk Sholat Ashar berjamaah, diikuti dengan sesi Game besar yang telah disiapkan oleh kakak-kakak pembina. Permainan ini dirancang khusus untuk menguji kekompakan dan strategi tim, menciptakan tawa riang dan memecah kelelahan. Saat senja tiba, keseruan digantikan oleh ketenangan ketika semua peserta melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan Murojaah Hafalan Al-Qur’an di dalam tenda masing-masing, mengingatkan kembali tujuan utama sekolah yang mengedepankan nilai-nilai religius di tengah kegiatan luar ruang. Malam semakin larut setelah semua peserta menikmati makan malam dan melaksanakan Sholat Isya. Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu pun tiba: Upacara Api Unggun Gembira. Nyala api unggun yang membumbung tinggi di tengah lapangan menciptakan suasana hangat dan dramatis. Acara ini diisi dengan penampilan gemilang dari siswa-siswi, mulai dari yel-yel penuh semangat, drama komedi, hingga pertunjukan seni lainnya, menampilkan bakat dan keberanian mereka di hadapan teman-teman dan guru. Setelah gemuruh sorak sorai mereda, tibalah waktunya bagi seluruh peserta untuk beristirahat tidur, memulihkan tenaga untuk petualangan esok hari. Minggu pagi, 2 November 2025, disambut dengan udara Warastratama yang sejuk menyegarkan. Seluruh peserta dibangunkan pagi-pagi sekali untuk melaksanakan Sholat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan lantunan dzikir dan tilawah. Setelahnya, kebugaran fisik diasah melalui Senam Pagi yang energik, memompa semangat dan membuat tubuh siap menghadapi tantangan. Acara inti pagi itu adalah Wide Game, sebuah penjelajahan seru di sekitar area Korem yang mengandalkan peta, sandi, dan kerja sama tim untuk menyelesaikan berbagai pos dan memecahkan teka-teki, menguji kemampuan navigasi dan kepemimpinan setiap regu. Setelah makan pagi terakhir di perkemahan dan pembongkaran tenda, Persami ditutup dengan Upacara Penutupan yang penuh kesan. Seluruh rangkaian kegiatan dievaluasi, dan pesan-pesan moral disampaikan oleh Pembina upacara. Momen haru bercampur bangga datang saat Pembagian Hadiah diumumkan, memberikan penghargaan kepada regu-regu terbaik yang telah menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan prestasi luar biasa selama perkemahan. Dengan bekal pengalaman baru, pelajaran tentang kemandirian, dan kenangan tak terlupakan, seluruh siswa-siswi kelas 5 dan 6 SD Djama’atul Ichwan Surakarta kembali ke rumah, membawa pulang semangat juang Pramuka.
SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 22 OKTOBER 2025
Berdasarkan gambar pamflet digital dari SD Djama’atul Ichwan Surakarta, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober 2025 merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali peran strategis kaum santri dalam sejarah dan masa depan bangsa. Perayaan ini adalah bentuk penghargaan negara atas jasa para ulama dan santri, terutama setelah Resolusi Jihad pada tahun 1945, yang menjadi tonggak perlawanan heroik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pamflet ini, dengan ilustrasi santri ceria dan dominasi warna Islami, secara visual menyampaikan pesan tentang integrasi kuat antara nilai-nilai keagamaan dan semangat kebangsaan. Tema besar yang diusung dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025 adalah “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Tema ini merefleksikan dua dimensi peran santri. Pertama, sebagai penjaga dan pengawal tegaknya ideologi bangsa dan nilai-nilai luhur kemerdekaan, mencerminkan komitmen hubbul wathan minal iman (cinta tanah air adalah sebagian dari iman). Kedua, sebagai agen perubahan yang membawa visi global, yaitu mendorong santri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu berkompetisi di tingkat internasional dan berkontribusi dalam membangun peradaban dunia yang damai dan berkeadilan. SD Djama’atul Ichwan Surakarta, melalui pamflet ini, menunjukkan komitmennya untuk mencetak santri yang ideal sesuai dengan tuntutan zaman, yang tercermin dalam moto mereka: “TAQWA CERDAS BERBUDAYA.” Moto ini menggarisbawahi perlunya keseimbangan antara kedalaman spiritual (Taqwa), penguasaan ilmu pengetahuan modern (Cerdas), dan kelestarian nilai-nilai kearifan lokal (Berbudaya). Dengan mengintegrasikan nilai-nilai pesantren dengan pendidikan formal, sekolah ini berupaya memastikan bahwa para santri tidak hanya menjadi ahli agama, tetapi juga profesional yang berintegritas dan siap menjadi motor penggerak kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Secara keseluruhan, peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang diwakili oleh pamflet ini menjadi seruan bagi seluruh komponen bangsa, khususnya komunitas pesantren dan pendidikan Islam, untuk terus meningkatkan kualitas diri. Momen ini adalah ajakan untuk tidak berpuas diri hanya dengan mengenang sejarah, tetapi juga untuk melangkah maju, berinovasi, dan berkontribusi nyata. Dengan semangat persatuan dan keikhlasan yang diwariskan para ulama, generasi santri diharapkan dapat menjadi pilar moral dan intelektual yang menopang Indonesia menuju kejayaan, sekaligus memberikan sumbangan berharga bagi peradaban global.
Kegiatan Belajar bersama Polresta Surakarta Kelas 5 SD DJAMA’ATUL ICHWAN SURAKARTA tentang norma hak dan kewajiban
Kunjungan edukatif puluhan siswa SD Djama’atul Ichwan Surakarta ke Markas Polresta Surakarta, seperti terlihat dalam foto, merupakan wujud nyata pelaksanaan program “Polisi Sahabat Anak” (PSA). Para siswa yang mengenakan seragam cerah berwarna kuning dan hijau tampak antusias berbaris rapi di depan gedung utama Polresta yang megah. Kegiatan ini dirancang untuk menghilangkan kesan seram pada institusi kepolisian, menggantinya dengan citra yang ramah, humanis, dan dekat dengan dunia pendidikan. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran disiplin dan hukum sejak usia dini melalui metode belajar yang menyenangkan dan interaktif. Fokus utama dari kegiatan belajar bersama ini adalah memberikan pemahaman mendasar mengenai norma, hak, dan kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Petugas kepolisian yang bertindak sebagai pengajar mengemas materi-materi abstrak tersebut menjadi contoh-contoh praktis. Misalnya, siswa diajarkan bahwa hak mereka adalah mendapatkan perlindungan dan pendidikan, sementara kewajiban mereka adalah menghormati orang tua dan guru, serta mematuhi norma kesopanan saat berinteraksi. Pengenalan konsep-konsep ini dilakukan dengan bahasa yang sederhana, diselingi tanya jawab, untuk memastikan pesan moral dan hukum tersampaikan dengan baik. Selain norma-norma sosial dasar, para siswa juga diperkenalkan dengan nilai-nilai penting yang tertuang dalam semboyan Polri di dinding markas, yaitu “POLRI UNTUK MASYARAKAT” serta Tri Brata dan Catur Prasetya. Konsep-konsep ini menjadi pengantar untuk menjelaskan pentingnya peran Polisi dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Dengan melihat secara langsung fasilitas dan bertemu langsung dengan para petugas, anak-anak Djama’atul Ichwan mendapatkan wawasan tentang bagaimana tugas kepolisian berkaitan erat dengan penegakan hak dan kewajiban, demi terciptanya lingkungan yang aman dan damai bagi semua warga, termasuk mereka. Aspek praktis dari kegiatan ini juga mencakup edukasi tentang tertib berlalu lintas dan keselamatan diri. Polisi memberikan tips sederhana namun krusial, seperti cara menyeberang jalan yang aman, pentingnya menunggu jemputan saat pulang sekolah, dan kewaspadaan terhadap orang asing. Pemahaman ini berfungsi sebagai implementasi dari kewajiban menjaga keselamatan diri sendiri, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari norma hidup bermasyarakat. Keterlibatan aktif siswa, baik saat sesi materi maupun saat berfoto bersama, menunjukkan bahwa edukasi yang disampaikan berhasil diterima dengan gembira dan penuh makna. Secara keseluruhan, kegiatan belajar bersama SD Djama’atul Ichwan Surakarta di Polresta Surakarta ini merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa. Dengan menanamkan pondasi kuat mengenai norma, hak, dan kewajiban sejak dini, diharapkan anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga disiplin, taat hukum, serta bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungannya. Kehadiran siswa di depan markas polisi ini menjadi simbol sinergi positif antara lembaga pendidikan, masyarakat, dan aparat keamanan dalam mewujudkan cita-cita bangsa.
Kegiatan Belajar bersama Polresta Surakarta kelas 5 SD DJAMA’ATL ICHWAN SURAKARTA tentang norma hak dan kewajiban
Kegiatan edukatif yang melibatkan puluhan siswa berseragam kuning dan hijau di depan Markas Polresta Surakarta ini merupakan bagian dari program “Polisi Sahabat Anak” atau kunjungan belajar yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum dan disiplin sejak dini. Dalam suasana yang akrab dan menyenangkan, para siswa diajak untuk lebih mengenal institusi kepolisian dan peran pentingnya dalam menjaga ketertiban masyarakat. Momen ini menjadi sarana efektif bagi petugas Polresta Surakarta untuk memberikan pemahaman dasar tentang nilai-nilai kebangsaan, tertib berlalu lintas, hingga pentingnya menjaga keamanan diri. Salah satu fokus utama pembelajaran dalam kunjungan tersebut adalah pengenalan tentang norma, hak, dan kewajiban sebagai warga negara. Para petugas memberikan penjelasan yang mudah dicerna oleh anak-anak mengenai bagaimana norma-norma di masyarakat, seperti sopan santun dan kejujuran, harus dijunjung tinggi. Selain itu, mereka juga diajarkan tentang hak-hak dasar yang dimiliki anak, seperti hak untuk dilindungi dan mendapatkan pendidikan, sekaligus kewajiban mereka sebagai pelajar, seperti menghormati guru dan orang tua serta giat belajar demi masa depan. Melalui interaksi langsung dengan anggota kepolisian dan latar belakang gedung Polresta Surakarta yang bertuliskan “POLRI UNTUK MASYARAKAT,” kegiatan ini sukses membangun citra polisi yang humanis dan dekat dengan anak-anak. Diharapkan, pemahaman yang ditanamkan sejak usia sekolah dasar ini dapat menumbuhkan karakter generasi muda yang disiplin, taat aturan, dan memiliki kesadaran tinggi akan hak dan kewajibannya. Dengan demikian, mereka akan menjadi pelopor ketertiban dan keamanan di lingkungan masing-masing, sesuai dengan cita-cita menciptakan masyarakat yang tertib dan bermartabat.
EXTRA TAPAK SUCI SD DJAMA’ATUL ICHWAN SURAKARTA
Ekstrakurikuler Tapak Suci di SD Djama’atul Ichwan Surakarta menjadi salah satu kegiatan unggulan yang diminati siswa-siswi untuk mengembangkan potensi fisik dan mental. Dalam balutan seragam merah menyala khas Tapak Suci, para peserta didik berlatih di aula sekolah yang cerah, di bawah bimbingan pelatih yang berdedikasi. Mereka tidak hanya diajarkan gerakan-gerakan dasar pencak silat dan teknik pertahanan diri, tetapi yang terpenting adalah penanaman nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, percaya diri, dan sportivitas. Setiap sesi latihan adalah proses pembentukan karakter, di mana anak-anak belajar mengendalikan diri, menghormati lawan, dan menjunjung tinggi persaudaraan di antara sesama anggota. Melalui Tapak Suci, siswa-siswi SD Djama’atul Ichwan diajak untuk meningkatkan kebugaran fisik, ketangkasan, dan fokus sejak usia dini. Mereka berlatih kuda-kuda, jurus-jurus, serta teknik penggunaan alat bantu seperti padding atau sasaran tendangan/pukulan, seperti yang terlihat dalam gambar. Aktivitas ini memberikan wadah positif bagi energi mereka, mengubahnya menjadi semangat juang yang terarah dan mental yang tangguh. Harapannya, dengan menguasai seni bela diri Tapak Suci, setiap siswa tidak hanya mampu menjaga diri, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, berjiwa ksatria, dan siap menghadapi tantangan hidup dengan penuh keberanian dan rendah hati.
SISWI BERPRESTASI SD DJAMA’ATUL ICHWAN SURAKARTA
Dengan bangga dan penuh suka cita, kami menyampaikan kabar membahagiakan dari prestasi siswi SD Djama’atul Ichwan! Kami ucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada ananda Kamila Azalea Ghaissani dari Kelas V A atas keberhasilannya meraih Juara 3 Rebana dalam ajang Kejuaraan Lomba Mapsi ke-26 Tingkat Kecamatan Laweyan Kota Surakarta. Pencapaian Kamila ini adalah bukti nyata dari bakatnya yang luar biasa, dikombinasikan dengan semangat belajar dan berlatih yang gigih, serta bimbingan yang optimal dari para guru pembimbing. Musik Rebana adalah salah satu ekspresi seni Islami yang kami kembangkan untuk menumbuhkan karakter Taqwa, Cerdas, dan Berbudaya pada setiap siswa, sejalan dengan visi dan akreditasi ‘A’ yang kami sandang. Prestasi di tingkat kecamatan ini menunjukkan bahwa siswa-siswi kami mampu bersaing dan unggul di kancah yang lebih luas. Semoga keberhasilan Kamila Azalea menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus mengasah potensi, mengejar mimpi, dan mengharumkan nama sekolah! Informasi PPDB: SD Djama’atul Ichwan membuka pendaftaran siswa baru. Jadikan putra-putri Anda bagian dari sekolah berprestasi ini! #SDDjamaatulIchwan #JuaraRebana #Mapsi26 #KamilaAzalea #PrestasiSiswa #SekolahIslami #Surakarta #Laweyan #TaqwaCerdasBerbudaya