Menjemput Kemuliaan: Langkah Awal Menuju Wisuda Tahfidz ke-20
Langit Solo pada 22 Mei 2026 pagi itu seolah ikut bersaksi akan kesungguhan yang tengah dipersiapkan di SD Djama’atul Ichwan Surakarta. Di dalam ruang pertemuan yang tenang, suasana berubah menjadi ruang penuh ketawadhu’an. Sebanyak 149 wisudawan yang terdiri dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, berkumpul dengan satu tujuan mulia: memantapkan persiapan “Gladi Kotor Wisuda Tahfidz Angkatan ke-20”.
Video dokumentasi tersebut menangkap momen-momen berharga saat para santri cilik ini duduk rapi dengan pakaian seragam yang tertata. Di tangan mereka, Al-Qur’an terbuka, dan jemari kecil mereka dengan khusyuk menelusuri setiap ayat yang telah mereka hafalkan dengan susah payah selama ini. Tidak ada celoteh khas anak-anak; yang terdengar hanyalah suara lantunan ayat-ayat suci yang menggema, menciptakan harmoni yang menyentuh hati siapa saja yang menyaksikannya.
Di depan mereka, para ustaz memberikan arahan dengan penuh kesabaran. Mereka mengatur alur barisan, simulasi pemberian mahkota, hingga tata cara wisuda agar nanti, di hari puncak, semuanya berjalan dengan sempurna. Para siswa, dari yang paling kecil di kelas 1 hingga kakak kelas 6, tampak saling menjaga ketertiban. Mereka menyadari bahwa prosesi ini adalah bentuk penghormatan tertinggi mereka terhadap kitab suci yang kini telah menetap di dalam dada mereka.
Video berdurasi singkat ini tak hanya merekam kesiapan teknis, melainkan juga memancarkan aura keikhlasan. Ada kebanggaan yang terpancar dari wajah-wajah polos mereka saat berlatih baris-berbaris menuju panggung utama. Persiapan ini adalah langkah awal yang krusial, sebuah perjalanan panjang yang mereka tempuh untuk membuktikan bahwa cinta pada Al-Qur’an tak mengenal usia.
Ketika hari wisuda nanti tiba, 149 wisudawan ini tidak hanya akan membawa ijazah hafalan, tetapi juga kebanggaan bagi orang tua dan sekolah. Mereka adalah cerminan dari generasi yang sedang dibentuk untuk menjaga kemuliaan Al-Qur’an. Gladi kotor ini pun berakhir dengan doa bersama, menandakan kesiapan mental dan spiritual para santri untuk menyambut momen bersejarah dalam hidup mereka sebagai penghafal Al-Qur’an yang tangguh.