**Di Balik Senandung Ayat, Sebuah Persiapan yang Penuh Ketulusan**Ruangan itu terasa teduh dan khusyuk, hanya suara lantunan ayat-ayat suci yang memenuhi udara. Pagi itu, para santri SD Djama’atul Ichwan Surakarta tengah berkumpul dalam sebuah rangkaian “Gladi Kotor ke-2 Wisuda Tahfidz”. Meskipun hanya sebuah gladi, tidak terlihat raut wajah santai; yang ada hanyalah keseriusan yang terpancar dari mata-mata jernih mereka yang terus menatap lembaran Al-Qur’an.Para siswi yang mengenakan mukena putih tampak rapi bersimpuh, jemari mereka tak henti-hentinya menelusuri ayat demi ayat, sementara para siswa laki-laki duduk berbaris dengan tertib. Di tengah ruangan, seorang pembimbing memberikan arahan dengan sabar, memastikan setiap detail gerakan—dari cara berdiri, posisi saat membaca, hingga tata krama saat maju ke depan—dapat dilakukan dengan sempurna oleh para santri.Setiap sudut ruangan merekam momen-momen kecil yang mengharukan. Ada santri yang fokus melafalkan hafalan, ada pula barisan siswa yang sedang berlatih baris-berbaris dengan disiplin. Suasana ini bukan sekadar tentang menghafal teks untuk dipertontonkan, melainkan sebuah proses pembentukan karakter. Mereka sedang belajar bahwa di balik setiap keberhasilan, ada kedisiplinan dan ketekunan yang harus diperjuangkan.Ketulusan mereka dalam menyiapkan diri menghadapi momen wisuda ini adalah cerminan dari semangat untuk memuliakan Al-Qur’an. Tidak ada riuh rendah yang tidak perlu; yang terdengar hanyalah harmoni suara yang memanjatkan keagungan Sang Pencipta. Bagi mereka, gladi ini adalah langkah kecil menuju panggung besar, tempat di mana jerih payah selama berbulan-bulan akan membuahkan hasil yang membanggakan.Ketika gladi kotor ini berakhir, ada secercah harapan yang tumbuh di hati setiap santri dan guru. Mereka pulang dengan membawa keyakinan bahwa Wisuda Tahfidz nanti bukan sekadar ajang seremonial, melainkan sebuah perayaan cinta dan kesetiaan mereka pada Al-Qur’an. SD Djama’atul Ichwan bukan hanya sedang melahirkan para penghafal, tetapi sedang menyiapkan generasi masa depan yang kokoh dengan nilai-nilai islami di dalam jiwanya.—