Suasana cerah mengiringi langkah keceriaan adik-adik anggota Pramuka Siaga SD Djama’atul Ichwan Surakarta dalam kegiatan PERSARI Tahun Ajaran 2026/2027. Berseragam cokelat lengkap dengan kacu merah putih dan topi siaga, wajah-wajah mungil itu terpancar rasa bangga dan antusias sejak awal upacara pembukaan digelar di bawah naungan pepohonan yang rindang. Momen khidmat terasa saat prosesi pembukaan dilangsungkan, di mana para pembina mendampingi dan menyematkan tanda peserta kepada perwakilan barung. Penghormatan sang merah putih dan lantunan janji Dwisatya bergaung mantap, menegaskan kesiapan para anggota siaga untuk belajar menjadi pribadi yang mandiri, berbakti, dan siap membanggakan orang tua serta sekolah.Petualangan pun dimulai melalui berbagai pos permainan dan kegiatan luar ruang yang seru. Anak-anak tampak kompak berdiskusi menyelesaikan tantangan materi, berbaris dengan tertib, hingga melatih ketangkasan fisik melalui permainan ketangkasan bola. Gelak tawa berbaur dengan semangat pantang menyerah saat mereka bekerja sama menyelesaikan setiap tugas barung dengan riang gembira.Kegiatan PERSARI ditutup dengan penuh kesan, meninggalkan kenangan manis dan ilmu bermanfaat bagi setiap peserta. Tidak hanya melatih kedisiplinan dan kebersamaan, momen ini menjadi langkah awal dalam memupuk karakter generasi muda yang tangguh dan berakhlaq mulia. Sampai jumpa di petualangan Pramuka berikutnya! ⚜️ Ceria, Mandiri, Berprestasi!
POKJA PENGELOLAAN SAMPAH
Di sebuah sudut halaman sekolah yang asri, kebiasaan baik mulai tumbuh dari langkah-langkah kecil para siswa. Kebersihan bukan lagi sekadar slogan, melainkan bagian dari iman dan bentuk cinta kepada alam ciptaan Tuhan. Setiap pagi, senyum ceria menyertai kesadaran untuk memisahkan sisa makanan serta kulit buah ke tempat sampah organik, dan meletakkan botol bekas di wadah non-organik. Dari tindakan sederhana ini, rasa peduli terpupuk alami dalam diri setiap anak.Perjalanan menjaga bumi berlanjut dengan pengolahan sampah plastik secara lebih terencana. Botol-botol bekas tidak dibiarkan menumpuk menjadi polusi, melainkan dikumpulkan dengan rapi di keranjang Bank Sampah. Setiap wadah plastik yang terkumpul membawa cerita tentang komitmen bersama untuk mengurangi pencemaran dan menyulap barang bekas menjadi sesuatu yang kembali bermanfaat bagi lingkungan sekolah.Pemilahan yang tepat membutuhkan pemahaman yang baik, sehingga siswa diajak untuk mengenali tiga kelompok sampah utama: organik, anorganik, dan B3 (berbahaya). Mulai dari sisa sayuran yang mudah terurai, wadah kemasan yang tahan lama, hingga bekas baterai dan lampu yang memerlukan penanganan khusus, semuanya dipelajari agar tak ada lagi sampah yang terbuang salah tempat. Melalui enam langkah pengelolaan—mulai dari memilah di sumbernya, mengumpulkan, menyerahkan ke Bank Sampah, hingga mendaur ulang—lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman pun tercipta. Ketika sampah berkurang dan sumber daya terjaga, suasana belajar menjadi semakin menyenangkan. Kebiasaan mulia ini menjadi bukti nyata bahwa dari tindakan kecil hari ini, kita sedang menyiapkan masa depan bumi yang lebih hijau dan lestari. 🌿♻️
POKJA KONSERVASI ENERGI
Suasana pagi di SD Djama’atul Ichwan Surakarta selalu penuh dengan semangat belajar. Di dalam ruang kelas yang cerah, para siswa bersiap memulai aktivitas belajar dengan senyuman. Namun, belajar yang nyaman tidak hanya soal fasilitas yang lengkap, melainkan juga tentang bagaimana kita bijak menggunakannya setiap hari. Pelajaran pertama hari ini dimulai dari kebiasaan sederhana namun berdampak besar: hemat energi listrik. Ketika matahari pagi sudah cukup menerangi ruangan melalui jendela, lampu-lampu kelas dengan bijak dimatikan. Penggunaan pendingin udara (AC) maupun kipas angin diatur secukupnya pada suhu ideal $24\text{–}26^\circ\text{C}$, memastikan ruangan tetap sejuk tanpa membuang-buang energi secara cuma-cuma.Langkah kecil ini berlanjut hingga jam istirahat tiba. Saat para siswa bersiap meninggalkan ruang kelas untuk bermain atau berolahraga, mereka tidak lupa menekan saklar ke posisi *OFF* dan mencabut steker peralatan listrik yang tidak terpakai. Sikap disiplin ini diajarkan bukan sekadar sebagai aturan sekolah, melainkan sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan sekitar. Melalui kebiasaan yang dipraktikkan setiap hari, para siswa belajar bahwa setiap watt listrik yang dihemat adalah langkah nyata untuk menjaga bumi. Menggunakan pendingin ruangan seperlunya, memanfaatkan cahaya alami, dan mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan kini telah menjadi bagian dari budaya belajar yang berkarakter di sekolah. Langkah sederhana yang konsisten ini membawa harapan besar bagi masa depan. Dari ruang kelas di SD Djama’atul Ichwan Surakarta, lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dan bertaqwa, tetapi juga berbudaya serta peduli pada kelestarian bumi. Mari kita mulai kebiasaan hemat listrik dari diri sendiri, mulai dari sekarang, demi masa depan yang lebih cerah! #SDDjamaatulIchwan #HematEnergi #HematListrik #SekolahSehat #PendidikanKarakter #HematEnergiSelamatkanBumi #TaqwaCerdasBerbudaya #Surakarta #GenerasiPeduliBumi
POKJA KONSERVASI AIR
“Hai teman-teman! Yuk, kita mulai hemat air dari hal kecil! Foto ini kasih kita panduan keren buat ngisi tumbler dengan bijak. Pastiin posisi mulut tumblernya pas di bawah nozzle galon, ya. Trus, ngisinya pelan-pelan aja biar gak tumpah. Setelah penuh, jangan lupa tutup rapat-rapat biar gak bocor di jalan. Dengan begitu, kita udah ikut berkontribusi buat hemat air, lho! “Tahu gak, mencuci tangan juga bisa jadi cara kita hemat air? Foto ini kasih tips simpel yang bisa kita terapin. Pertama, basahin tangan dengan air, trus matikan kran. Kedua, sabunin tangan, gosok hingga bersih. Ketiga, bilas dengan air mengalir seperlunya. Dan yang keempat, keringkan tangan menggunakan tisu atau serbet. Selain bikin tangan bersih, kita juga bisa jadi pahlawan hemat air, deh!” “Kamar mandi juga tempat yang penting buat hemat air. Foto ini kasih panduan WC jongkok dan WC duduk yang bisa kita terapkan. Untuk WC jongkok, gunakan gayung untuk menyiram secukupnya saat bak maupun bab. Kalau pakai WC duduk, tekan tombol flush kecil untuk bak, dan flush besar untuk bab. Gampang, kan? Yuk, kita biasain hemat air di kamar mandi biar bumi kita tetap terjaga! “Siapa bilang wudhu gak bisa hemat air? Foto ini kasih panduan berwudhu dengan alur hemat air yang bisa kita praktekin. Pertama, nyalakan kran secukupnya. Kedua, bilas tanpa membuang air. Dan yang ketiga, matikan kran rapat-rapat setelah selesai berwudhu. Dengan begitu, kita bisa beribadah sambil tetap menjaga lingkungan sekitar, keren kan?” “Tahu gak kalau air tetesan AC bisa dimanfaatkan? Foto ini kasih tips keren buat kita manfaatin air tetesan AC. Caranya simpel, kumpulkan air tetesan AC dalam wadah, trus gunain buat nyiram tanaman sekolah kita. Selain hemat air, kita juga ikut berkontribusi buat jaga lingkungan sekitar. Yuk, kita mulai manfaatin air tetesan AC dan jadi pahlawan lingkungan!”
POKJA KEBERSIHAN
**Surakarta** — SD Djama’atul Ichwan Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mengedukasi para siswa terkait pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah. Melalui serangkaian sosialisasi dan edukasi panduan perilaku hidup bersih, sekolah berupaya membangun kebiasaan sehat secara konsisten pada setiap aktivitas harian murid. Pada tahap awal, sekolah memaparkan panduan lengkap **Tata Cara Mencuci Tangan yang Baik**. Edukasi ini merinci delapan langkah krusial, mulai dari membasahi tangan, membalur sabun, menggosok punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, hingga mengeringkannya. Penekanan diberikan pada momentum penting seperti sebelum makan, setelah dari toilet, hingga pascabermain agar kuman penyebab penyakit dapat dibasmi sejak dini.Melengkapi imbauan tersebut, poster kampanye bertajuk **Ayo Cuci Tangan dengan Benar** dipasang di berbagai sudut area sanitasi. Langkah ini dirancang untuk memberikan instruksi visual yang praktis dan gampang diikuti siswa saat berada di depan kran air. Kebiasaan ini diharapkan menjadi fondasi utama dalam memutus rantai penularan penyakit di lingkungan sekolah.Tidak hanya kebersihan diri, kesadaran menjaga lingkungan juga ditanamkan melalui sosialisasi **Buang Sampah pada Tempatnya**. Sekolah secara khusus memfasilitasi pemilahan sampah menjadi tiga kategori utama, yaitu Sampah Organik (sisa makhluk hidup), Sampah Anorganik (plastik/kaleng), dan Sampah B3 (berbahaya/beracun). Langkah ini melatih tanggung jawab siswa agar tidak membiarkan sampah berserakan.Disiplin penggunaan fasilitas umum turut menjadi sorotan utama melalui gerakan **Siram Toilet Setelah Memakainy** a. Edukasi ini memberikan panduan praktis untuk selalu menekan tombol atau tuas siram hingga air mengalir bersih. Pihak sekolah menekankan bahwa menjaga kenyamanan dan kebersihan toilet merupakan bentuk tanggung jawab bersama sekaligus cerminan nilai-nilai karakter peserta didik.Guna mencegah penyebaran penyakit menular seperti influenza dan penyakit pernapasan lainnya, sekolah secara tegas memberlakukan aturan **Dilarang Meludah Sembarangan**. Siswa diimbau untuk selalu menggunakan tisu atau saputangan jika terpaksa meludah atau bersin, lalu langsung membuangnya ke tempat sampah. Edukasi ini menegaskan prinsip bahwa lingkungan yang bersih adalah wujud kepedulian terhadap sesama. Pesan kebersihan juga diperkuat melalui poster pengingat **Siramlah Toilet Setelah Digunakan** yang dipasang tepat di dalam area WC. Visual yang ringkas ini hadir untuk membangun pembiasaan refleks (habitual action) pada diri siswa, sehingga kesadaran menjaga kebersihan toilet tetap terjaga tanpa harus selalu diawasi oleh guru.Untuk memperluas jangkauan edukasi, slogan singkat **Cucilah Tanganmu dengan Sabun** turut dipajang di area strategis sekolah. Pesan ini menekankan bahwa mencuci tangan tidak cukup hanya dengan air mengalir, tetapi wajib menggunakan sabun agar kuman dan kotoran terangkat secara optimal.Di samping itu, tabel rincian **Langkah Mencuci Tangan yang Benar** juga dihadirkan dalam format yang ringkas dan terstruktur. Ringkasan tujuh langkah praktis ini memudahkan para siswa muda untuk menghafal serta menerapkan urutan cuci tangan yang tepat setiap kali mereka membasuh tangan di sekolah.Sebagai penutup dari rangkaian kampanye pola hidup bersih, pimpinan sekolah menyampaikan pesan penutup melalui panduan **Tata Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar**. Pesan utama yang ditekankan adalah durasi mencuci tangan minimal selama 20 detik. Dengan sinergi seluruh warga sekolah, SD Djama’atul Ichwan Surakarta optimistis dapat mewujudkan lingkungan belajar yang sehat, bersih, dan berbudaya. #SDDjamaatulIchwan #SekolahSehat #BudayaHidupBersih #CuciTanganPakeSabun #JagaKebersihanSekolah #PendidikanKarakter #SekolahRamahAnak #PecintaLestari #SurakartaSehat #PerilakuHidupBersihDanSehat
POKJA HAYATI
Pagi yang cerah di SD Djama’atul Ichwan Sala. Matahari bersinar terang, menyinari wajah-wajah ceria para siswa yang siap memulai hari. Hari ini adalah hari yang istimewa, hari di mana mereka akan belajar tentang betapa pentingnya menjaga bumi kita. Dengan semangat yang meluap-luap, mereka berkumpul di halaman sekolah, siap mengikuti program “Kelas Sahabat Bumi”. Program ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Para siswa antusias mendengarkan penjelasan dari guru tentang berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan, mulai dari merawat taman, memilah sampah, hingga membuat proyek lingkungan yang kreatif. Kegiatan pertama yang mereka lakukan adalah menanam bibit pohon. Dengan hati-hati, mereka menggali lubang di tanah, meletakkan bibit pohon dengan penuh kasih sayang, lalu menutupnya kembali dengan tanah yang subur. Setelah itu, mereka menyirami bibit pohon tersebut dengan air yang cukup, berharap agar pohon tersebut tumbuh subur dan menjadi pelindung bumi. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar tentang pentingnya menanam pohon untuk menjaga keseimbangan alam dan mengurangi polusi udara. Mereka juga belajar tentang betapa pentingnya air bagi kehidupan dan bagaimana cara menggunakannya dengan bijak. Selain menanam pohon, para siswa juga belajar tentang pentingnya memilah sampah. Mereka diberi penjelasan tentang berbagai jenis sampah, mulai dari sampah organik hingga sampah anorganik. Setelah itu, mereka mempraktikkan cara memilah sampah dengan benar, memasukkannya ke dalam tong sampah yang sesuai. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar tentang betapa pentingnya mendaur ulang sampah untuk mengurangi limbah dan menjaga kebersihan lingkungan. Mereka juga belajar tentang betapa pentingnya menjaga kebersihan sekolah dan bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya. Para siswa juga berpartisipasi dalam proyek lingkungan yang kreatif. Mereka membuat berbagai kerajinan tangan dari bahan-bahan bekas, seperti botol plastik, kardus, dan kertas bekas. Dengan penuh imajinasi, mereka mengubah bahan-bahan bekas tersebut menjadi barang-barang yang berguna dan menarik. Melalui kegiatan ini, para siswa belajar tentang betapa pentingnya mengurangi penggunaan bahan-bahan plastik dan bagaimana cara memanfaatkannya kembali dengan cara yang kreatif. Mereka juga belajar tentang betapa pentingnya menjaga kelestarian alam dan bagaimana cara melakukannya dengan tindakan-tindakan kecil yang bermanfaat. Di akhir kegiatan, para siswa merasa senang dan bangga karena telah ikut berkontribusi dalam menjaga bumi kita. Mereka berjanji akan terus peduli terhadap lingkungan dan melakukan tindakan-tindakan kecil yang bermanfaat bagi bumi. Dengan semangat yang membara, mereka berharap agar program “Kelas Sahabat Bumi” ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia. Mereka percaya bahwa dengan bersama-sama menjaga bumi, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. #SDDjamaatulIchwanSala #KelasSahabat Bumi #PeduliLingkungan #CintaiBumi #TanamPohon #MemilahSampah #ProyekLingkungan #GenerasiPecintaAlam #MasaDepanLestari #AyoJagaBumiKita
Yayasan Pendidikan Jama’atul Ikhwan menggelar upacara bendera Untuk Memperingati HUT RI KE 81
**SURAKARTA** — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia, Yayasan Pendidikan Jama’atul Ikhwan menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat dan meriah di lapangan olahraga sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari jajaran pengurus yayasan, dewan guru, staf, serta para siswa-siswi dari seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan yayasan.Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra) siswa dengan langkah tegap dan penuh kedisiplinan. Suasana semakin syahdu saat seluruh peserta upacara, baik siswa, guru, maupun tamu undangan, memberikan penghormatan seraya menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pembina upacara dalam amanatnya menyampaikan pesan penting mengenai semangat nasionalisme, persatuan, serta pentingnya pendidikan karakter generasi muda.Usai prosesi upacara inti, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan dan piala apresiasi bagi para siswa-siswi berprestasi dari berbagai kompetisi. Momen pemberian piala ini menjadi bentuk motivasi dari pihak sekolah dan yayasan untuk terus mendorong bakat, kreativitas, serta prestasi anak didik di bidang akademik maupun non-akademik. Keseruan acara berlanjut dengan berbagai penamilan seni dan hiburan yang dibawakan langsung oleh warga sekolah. Mulai dari pertunjukan pencak silat, penampilan grup musik/band yang membawakan lagu-lagu perjuangan, hingga aksi memukau dari grup *marching band* dan *color guard* siswa yang mengenakan kostum seragam atraktif serta menampilkan koreografi yang terampil.Sebagai penutup rangkaian peringatan kemerdekaan, seluruh peserta upacara berkumpul di tengah lapangan untuk sesi foto bersama. Dengan wajah ceria dan penuh semangat, para siswa dan guru bersorak mengibarkan tangan, menegaskan komitmen bersama Yayasan Pendidikan Jama’atul Ikhwan dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.—
**Kemeriahan dan Khidmat Peringatan HUT Ke-81 RI di YPJI Solo**
**Kemeriahan dan Khidmat Peringatan HUT Ke-81 RI di YPJI Solo** **SURAKARTA** — Yayasan Pendidikan Jama’atul Ikhwan (YPJI) Surakarta menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut dan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seluruh elemen yayasan, mulai dari jajaran guru, staf, hingga para siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP, turut serta memeriahkan momentum bersejarah tersebut dengan semangat nasionalisme yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung secara khidmat di lapangan sekolah. Petugas kibra dan pasukan pengibar bendera menjalankan tugasnya dengan presisi tinggi di hadapan seluruh peserta upacara yang berbaris rapi. Suasana penuh kebanggaan terpancar saat Sang Saka Merah Putih berkibar diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tak hanya pelaksanaan upacara resmi, kemeriahan HUT Ke-81 RI di YPJI juga diwarnai dengan beragam perlombaan edukatif dan seni pertunjukan. Para siswa tampil antusias memperagakan peragaan busana, atraksi drum band, hingga berpartisipasi aktif dalam perlombaan ketangkasan dan olahraga yang memupuk kerja sama serta rasa kebersamaan antar siswa. Penyerahan hadiah perlombaan dan sesi foto bersama menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini. Melalui kegiatan ini, YPJI berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, serta semangat persatuan kepada seluruh generasi muda sejak dini.
*Peringatan Hari Pramuka Berlangsung Khidmat dan Meriah*
**Peringatan Hari Pramuka Berlangsung Khidmat dan Meriah** **SURAKARTA** — Suasana penuh kedisiplinan dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Pramuka pada Jumat (14/8/2026). Rangkaian acara yang diikuti oleh seluruh anggotanya berjalan secara khidmat namun tetap dibalut dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Upacara bendera menjadi agenda utama dalam kegiatan peringatan tahun ini. Dengan mengenakan seragam pramuka lengkap beserta atributnya, para peserta tampak berbaris rapi serta penuh kesungguhan saat mengheningkan cipta dan menghormati Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan di tengah lapangan.Selain pelaksanaan upacara resmi, acara juga diisi dengan penyampaian amanat dari pembina serta berbagai aktivitas kebersamaan. Semangat Dasadarma Pramuka terpancar dari raut wajah para anggota muda dan pembina yang saling bahu-membahu menyukseskan seluruh susunan kegiatan hingga akhir. Peringatan Hari Pramuka ini tidak hanya menjadi momentum seremonial tahunan, tetapi juga wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan menanamkan nilai-nilai karakter dasar generasi muda. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan ucapan syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara.
Kemeriahan peringatan HUT RI ke-81 begitu terasa di lapangan SD Djama’atul Ichwan
Kemeriahan peringatan HUT RI ke-81 begitu terasa di lapangan SD Djama’atul Ichwan. Sejak pagi, suasana tempat belajar ini berubah menjadi serba merah dan putih, dipenuhi senyum hangat serta antusiasme para wali murid. Dengan dresscode khas kemerdekaan, para ibu guru dan orang tua siswa berkumpul bukan sekadar untuk formalitas, melainkan untuk merayakan kebersamaan dan merajut tali silaturahmi yang makin erat. Acara dibuka dengan penuh semangat, diawali pengarahan dan sambutan yang memacu keceriaan seluruh peserta. Berbagai perlombaan antarkelompok pun digelar dengan penuh keseruan, mulai dari lomba memindahkan bola dengan tongkat dan tali, hingga estafet pipa paralon yang membutuhkan fokus serta kesabaran tinggi. Gelak tawa dan sorak dukungan terdelut riuh tiap kali bola berhasil disatukan atau saat pipa hampir goyah di tangan para peserta. Dibalik setiap sorak sorai dan tawa renyah yang tercipta, perlombaan ini menjadi ajang pembuktian betapa solidnya kerja sama dan kekompakan di antara para wali murid. Rasa canggung seketika melebur digantikan derai tawa dan semangat pantang menyerah. Tak ada persaingan yang menegangkan, yang ada hanyalah saling bahu-membahu demi menyelesaikan tantangan bersama. Keseruan hari itu pun ditutup dengan momen pembagian hadiah serta foto bersama para pemenang Juara I, II, dan III. Meski kompetisi telah usai, nilai kebersamaan dan keceriaan inilah yang akan terus membekas. Terima kasih kepada seluruh wali murid dan panitia yang telah memeriahkan acara ini. Sampai jumpa di keseruan berikutnya, Merdeka! 🇮🇩✨