**Sang Juara Kecil dari SD Djama’atul Ichwan**Di bawah gemerlap cahaya panggung dan gemuruh sorakan penonton, berdirilah seorang pahlawan kecil kita. Dengan tatapan mata yang jernih namun penuh tekad, sosok Fareeq Kyle Ardhian, siswa kelas 4 SD Djama’atul Ichwan, memancarkan aura kemenangan yang sejati. Dalam dekapan tangannya, tergenggam erat sebuah medali emas, bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras yang tiada henti. Di lehernya, tersemat pula medali perak, melambangkan perjuangan yang tak kenal lelah dalam meraih impian. Fareeq adalah simbol inspirasi bagi generasi muda, bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk meraih prestasi yang gemilang.Perjalanan Fareeq menuju puncak kemenangan bukanlah jalan yang mudah. Ia harus berlatih keras setiap hari, mengasah kemampuannya dalam seni bela diri Taekwondo. Dengan semangat yang membara dan keyakinan yang tak tergoyahkan, ia terus melangkah maju, menghadapi setiap rintangan dengan keberanian yang luar biasa. Dan hari ini, usahanya membuahkan hasil yang manis. Ia berhasil menorehkan sejarah baru dalam ajang Gubernur Jateng Cup 2026, menjadi juara pertama di kelasnya dan membawa pulang kebanggaan bagi sekolah dan keluarganya.Kemenangan Fareeq bukanlah sekadar tentang medali dan piala, melainkan tentang nilai-nilai yang ia junjung tinggi. Dalam setiap gerakan, Fareeq menunjukkan semangat sportivitas yang tinggi, menghormati lawan-lawannya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Ia adalah contoh nyata bahwa keberhasilan sejati bukanlah tentang mengalahkan orang lain, melainkan tentang mengalahkan diri sendiri dan menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Fareeq adalah seorang juara sejati, tidak hanya di atas ring, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.Kisah Fareeq adalah bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa. Dengan dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, setiap anak dapat meraih impian mereka dan menjadi juara dalam bidang yang mereka cintai. Mari kita rayakan kemenangan Fareeq dengan penuh kegembiraan dan kebanggaan, dan mari kita terus mendukung generasi muda untuk meraih prestasi yang gemilang. Selamat atas kemenanganmu, Fareeq! Teruslah menginspirasi dan jadilah pahlawan kecil yang membanggakan bagi bangsa dan negara.
Senyum polos Zyandru Andakka Arkatama, siswa kelas 2D dari SD Djamaatul Ichwan, memancarkan semangat ….
Senyum polos Zyandru Andakka Arkatama, siswa kelas 2D dari SD Djamaatul Ichwan, memancarkan semangat yang begitu besar di balik wajah kecilnya. Di tangannya, ia menggenggam erat medali yang menjadi bukti nyata dari kerja keras dan ketekunannya selama ini. Didampingi deretan sertifikat penghargaan yang berhasil diraihnya, bocah berbakat ini siap melangkah lebih jauh untuk membawa nama baik sekolah dan orang-orang yang menyayanginya.Langkah perjuangan Zyandru kini telah sampai di babak yang sangat krusial, yaitu Final Nasional OMNAS 15 untuk bidang Sains dan Matematika. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan di Surabaya pada hari Sabtu dan Minggu, 27-28 Juni 2026. Menghadapi tantangan besar di tingkat nasional tentu bukan hal yang mudah bagi anak seusianya, namun keyakinan dan bekal ilmu yang dimilikinya menjadi modal utama untuk bersaing dengan perwakilan terbaik dari seluruh penjuru negeri.Melalui momentum yang penuh harapan ini, keluarga besar SD Djamaatul Ichwan memohon doa dan dukungan dari kita semua agar Zyandru diberikan kelancaran, ketenangan, serta hasil yang terbaik di babak final. Semoga setiap baris doa yang kita panjatkan mampu menjadi energi tambahan bagi Zyandru untuk mengukir prestasi emas dan menggapai cita-citanya. Mari kita dukung bersama perjuangan pahlawan cilik kita!
Di lorong sekolah SDDj Djamaatul Ichwan yang tenang….
Di lorong sekolah SDDj Djamaatul Ichwan yang tenang, gema tawa dan diskusi kecil sering terdengar, tapi di sebuah sudut yang penuh peralatan sains, ada mimpi besar yang sedang dibangun. Adalah Muhammad Wildan Kenzie, seorang siswa kelas 5A yang penuh rasa ingin tahu, menghabiskan jam-jam istirahatnya dengan teleskop mainan dan botol-botol eksperimen sederhana. Wildan, dengan kacamatanya yang ikonik seperti terlihat di image_0.png, selalu bermimpi untuk menjelajahi keajaiban alam semesta, terinspirasi oleh bimbingan guru sainsnya dan kebanggaannya sebagai siswa sekolah Terakreditasi A.Suatu hari, berita besar datang dari Bapak Kepala Sekolah yang tersenyum hangat, persis seperti dalam image_0.png. Sebuah kompetisi bergengsi, Junior Science Olympiad 2026 tingkat nasional, akan diadakan di IPB (Institut Pertanian Bogor). Tanpa ragu, Wildan mendaftarkan diri, didorong oleh guru sains yang suportif dan binar bangga di mata ibunya. Bagi Wildan, ini bukan hanya sekadar lomba, melainkan kesempatan untuk membuktikan bahwa rasa ingin tahu dari bilik kelas kecilnya bisa membawanya ke panggung besar.Hari-hari Wildan berubah menjadi maraton persiapan. Dari mempelajari struktur DNA yang kompleks hingga prinsip-prinsip sains terbaru, ia didampingi oleh pelatih setianya di sekolah, seorang guru yang tak lelah berbagi ilmu dan senyum penyemangat, seperti yang terlihat di image_0.png. Setiap jawaban benar adalah langkah maju, dan setiap kesalahan adalah pelajaran. Wildan belajar tentang ketekunan dan kerja keras, sementara di sekelilingnya, seluruh komunitas sekolah mulai bersatu, memancarkan dukungan kuat yang melampaui sekadar spanduk permohonan doa.Akhirnya, dengan spanduk “Mohon Doa dan Dukungannya” terpasang di gerbang sekolah (persis yang terlihat di image_0.png), Wildan bersiap untuk berangkat ke Bogor. Di tas punggungnya bukan hanya buku, tapi harapan ribuan hati. Wildan tahu, kemenangan bukanlah tentang piala emas, melainkan tentang perjalanan dari keajaiban kecil di sekolah menuju puncak sains nasional. Dengan senyum penuh keyakinan dan restu semua pihak, Wildan Kenzie, siswa SDDj Djamaatul Ichwan, melangkah menuju mimpinya di Junior Science Olympiad 2026.
SD Djama’atul Ichwan Gelar Gladi Bersih Wisuda Tahfidz ke-XX: Persiapan Matang demi Momen Penuh Hikmat
**SD Djama’atul Ichwan Gelar Gladi Bersih Wisuda Tahfidz ke-XX: Persiapan Matang demi Momen Penuh Hikmat** Menjelang perhelatan akbar Wisuda Tahfidz ke-XX, SD Djama’atul Ichwan Surakarta baru saja sukses melaksanakan gladi bersih yang berlangsung penuh khidmat. Kegiatan ini menjadi langkah krusial bagi sekolah untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi acara berjalan dengan lancar, tertib, dan berkesan bagi para santri serta orang tua yang akan hadir.Dalam gladi bersih ini, seluruh elemen acara disimulasikan secara mendetail, mulai dari tata upacara pembukaan, prosesi pengukuhan santri, hingga pengaturan alur para wisudawan di atas panggung. Para siswa tampak antusias dan serius mengikuti setiap arahan dari panitia, menunjukkan dedikasi tinggi setelah menempuh perjalanan panjang dalam menghafal Al-Qur’an.Video dokumentasi gladi bersih tersebut menampilkan kesiapan para siswa, mulai dari barisan wisudawan hingga para petugas upacara yang berlatih dengan disiplin. Suasana ruang acara yang tertata rapi serta antusiasme para guru dan siswa di balik layar, semakin mempertegas komitmen sekolah dalam menyelenggarakan momen bersejarah bagi para penghafal Al-Qur’an cilik ini.Pihak sekolah berharap, melalui rangkaian persiapan yang matang, pelaksanaan puncak acara Wisuda Tahfidz ke-XX nanti tidak hanya menjadi sekadar seremonial belaka. Momen ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi para siswa untuk terus mencintai Al-Qur’an serta menjadi generasi muda dengan karakter yang kokoh dan islami, selaras dengan tema yang diusung, “Cinta Al-Qur’an Sepanjang Masa, Kokohkan Karakter Generasi Muda.”Seluruh keluarga besar SD Djama’atul Ichwan Surakarta pun memohon doa restu agar hari puncak wisuda dapat berjalan dengan sukses dan membawa keberkahan bagi semua. Keberhasilan para wisudawan ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan tenaga pendidik yang telah mendampingi mereka selama ini.—Apakah Anda ingin saya menambahkan kutipan dari kepala sekolah atau salah satu guru dalam narasi tersebut agar terasa lebih personal?
Di Balik Senandung Ayat, Sebuah Persiapan yang Penuh Ketulusan
**Di Balik Senandung Ayat, Sebuah Persiapan yang Penuh Ketulusan**Ruangan itu terasa teduh dan khusyuk, hanya suara lantunan ayat-ayat suci yang memenuhi udara. Pagi itu, para santri SD Djama’atul Ichwan Surakarta tengah berkumpul dalam sebuah rangkaian “Gladi Kotor ke-2 Wisuda Tahfidz”. Meskipun hanya sebuah gladi, tidak terlihat raut wajah santai; yang ada hanyalah keseriusan yang terpancar dari mata-mata jernih mereka yang terus menatap lembaran Al-Qur’an.Para siswi yang mengenakan mukena putih tampak rapi bersimpuh, jemari mereka tak henti-hentinya menelusuri ayat demi ayat, sementara para siswa laki-laki duduk berbaris dengan tertib. Di tengah ruangan, seorang pembimbing memberikan arahan dengan sabar, memastikan setiap detail gerakan—dari cara berdiri, posisi saat membaca, hingga tata krama saat maju ke depan—dapat dilakukan dengan sempurna oleh para santri.Setiap sudut ruangan merekam momen-momen kecil yang mengharukan. Ada santri yang fokus melafalkan hafalan, ada pula barisan siswa yang sedang berlatih baris-berbaris dengan disiplin. Suasana ini bukan sekadar tentang menghafal teks untuk dipertontonkan, melainkan sebuah proses pembentukan karakter. Mereka sedang belajar bahwa di balik setiap keberhasilan, ada kedisiplinan dan ketekunan yang harus diperjuangkan.Ketulusan mereka dalam menyiapkan diri menghadapi momen wisuda ini adalah cerminan dari semangat untuk memuliakan Al-Qur’an. Tidak ada riuh rendah yang tidak perlu; yang terdengar hanyalah harmoni suara yang memanjatkan keagungan Sang Pencipta. Bagi mereka, gladi ini adalah langkah kecil menuju panggung besar, tempat di mana jerih payah selama berbulan-bulan akan membuahkan hasil yang membanggakan.Ketika gladi kotor ini berakhir, ada secercah harapan yang tumbuh di hati setiap santri dan guru. Mereka pulang dengan membawa keyakinan bahwa Wisuda Tahfidz nanti bukan sekadar ajang seremonial, melainkan sebuah perayaan cinta dan kesetiaan mereka pada Al-Qur’an. SD Djama’atul Ichwan bukan hanya sedang melahirkan para penghafal, tetapi sedang menyiapkan generasi masa depan yang kokoh dengan nilai-nilai islami di dalam jiwanya.—
Menjemput Kemuliaan: Langkah Awal Menuju Wisuda Tahfidz ke-20
Menjemput Kemuliaan: Langkah Awal Menuju Wisuda Tahfidz ke-20 Langit Solo pada 22 Mei 2026 pagi itu seolah ikut bersaksi akan kesungguhan yang tengah dipersiapkan di SD Djama’atul Ichwan Surakarta. Di dalam ruang pertemuan yang tenang, suasana berubah menjadi ruang penuh ketawadhu’an. Sebanyak 149 wisudawan yang terdiri dari siswa kelas 1 hingga kelas 6, berkumpul dengan satu tujuan mulia: memantapkan persiapan “Gladi Kotor Wisuda Tahfidz Angkatan ke-20”. Video dokumentasi tersebut menangkap momen-momen berharga saat para santri cilik ini duduk rapi dengan pakaian seragam yang tertata. Di tangan mereka, Al-Qur’an terbuka, dan jemari kecil mereka dengan khusyuk menelusuri setiap ayat yang telah mereka hafalkan dengan susah payah selama ini. Tidak ada celoteh khas anak-anak; yang terdengar hanyalah suara lantunan ayat-ayat suci yang menggema, menciptakan harmoni yang menyentuh hati siapa saja yang menyaksikannya. Di depan mereka, para ustaz memberikan arahan dengan penuh kesabaran. Mereka mengatur alur barisan, simulasi pemberian mahkota, hingga tata cara wisuda agar nanti, di hari puncak, semuanya berjalan dengan sempurna. Para siswa, dari yang paling kecil di kelas 1 hingga kakak kelas 6, tampak saling menjaga ketertiban. Mereka menyadari bahwa prosesi ini adalah bentuk penghormatan tertinggi mereka terhadap kitab suci yang kini telah menetap di dalam dada mereka. Video berdurasi singkat ini tak hanya merekam kesiapan teknis, melainkan juga memancarkan aura keikhlasan. Ada kebanggaan yang terpancar dari wajah-wajah polos mereka saat berlatih baris-berbaris menuju panggung utama. Persiapan ini adalah langkah awal yang krusial, sebuah perjalanan panjang yang mereka tempuh untuk membuktikan bahwa cinta pada Al-Qur’an tak mengenal usia. Ketika hari wisuda nanti tiba, 149 wisudawan ini tidak hanya akan membawa ijazah hafalan, tetapi juga kebanggaan bagi orang tua dan sekolah. Mereka adalah cerminan dari generasi yang sedang dibentuk untuk menjaga kemuliaan Al-Qur’an. Gladi kotor ini pun berakhir dengan doa bersama, menandakan kesiapan mental dan spiritual para santri untuk menyambut momen bersejarah dalam hidup mereka sebagai penghafal Al-Qur’an yang tangguh.
✨ Membuka Pintu Masa Depan: “Cerita dari TKA Gelombang 3” ✨
✨ Membuka Pintu Masa Depan: Cerita dari TKA Gelombang 3 Masih teringat jelas dalam benakku, suasana pagi di tanggal 27 dan 28 April 2026 kemarin. Saat itu, gerbang sekolah SD Djama’atul Ichwan (SD DJI) terbuka lebar untuk menyambut langkah-langkah kecil penuh semangat. Aku berdiri di sana, melihat wajah-wajah ceria calon siswa yang akan mengikuti **Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang 3**. Ada rasa haru sekaligus bangga melihat betapa antusiasnya mereka menyongsong babak baru dalam perjalanan pendidikan mereka.Pintu kelas seolah menjadi gerbang menuju petualangan baru. Aku melihat teman-teman kecilku masuk dengan senyum malu-malu, namun tersirat keberanian di mata mereka. Poster bertuliskan *”Are You Ready for TKA Tomorrow?”* yang sempat menghiasi lorong sekolah seolah terjawab dengan anggukan mantap dari para peserta. Persiapan yang dilakukan oleh panitia dan guru-guru pun terasa sangat maksimal, memastikan setiap anak merasa nyaman dan percaya diri saat menghadapi tes.Selama dua hari pelaksanaan, aku menyaksikan sendiri bagaimana nilai-nilai kejujuran dan kemandirian mulai dipupuk sejak dini. Di dalam ruangan, suasana hening namun penuh konsentrasi menyelimuti setiap sudut. Tidak ada ketegangan yang berlebihan, karena Bapak dan Ibu Guru membimbing dengan kasih sayang, membuat TKA ini tidak terasa seperti ujian yang menakutkan, melainkan sebuah kesempatan bagi mereka untuk **”Menunjukkan Kemampuan Terbaik”**.Momen yang paling menyentuh hatiku adalah saat jam istirahat tiba. Aku melihat para peserta saling menyapa dan berbagi tawa, meskipun mereka baru saja saling mengenal. Di sinilah aku menyadari bahwa SD DJI bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademik, tapi juga lingkungan yang hangat untuk membangun karakter dan persahabatan. TKA Gelombang 3 ini benar-benar menjadi wadah seleksi yang humanis bagi calon generasi penerus bangsa.Kini, pelaksanaan TKA Gelombang 3 telah usai dilaksanakan dengan lancar dan sukses. Segala proses administratif dan observasi kemampuan akademik telah dilalui oleh para peserta dengan luar biasa. Aku merasa sangat bersyukur atas kelancaran acara ini, yang tentu saja tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua yang dengan sabar mendampingi putra-putrinya di area tunggu sekolah.Bismillah, hasil terbaik sedang diproses. Aku percaya, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi bagian dari keluarga besar SD Djama’atul Ichwan adalah anak-anak hebat yang siap dididik menjadi pribadi yang **Taqwa, Cerdas, dan Berbudaya**. Sampai jumpa di ruang-ruang kelas kami yang penuh warna, calon pendekar ilmu masa depan! Kami tidak sabar untuk bertumbuh bersama kalian.—**Hashtag:**#SDDjamaatulIchwan #SDDJI #TKAGelombang3 #PenerimaanSiswaBaru #SekolahSolo #SoloRaya #GenerasiTaqwa #CerdasBerbudaya #CeritaSekolah #MasaDepanCerah
PSAJ Tahun Ajar 2025-2026
📝 Langkah Mantap Menuju Masa Depan Pagi ini, ada rasa yang berbeda saat aku melangkahkan kaki memasuki gerbang sekolah. Jantungku berdegup sedikit lebih kencang dari biasanya, menandai dimulainya perjuangan besar yang sudah aku siapkan sejak lama. Hari ini adalah awal dari Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 12 Mei 2026, sebuah momentum penting untuk mengukur sejauh mana aku telah bertumbuh selama menempuh pendidikan di sini. Melihat bangku-bangku kelas yang tertata rapi dan papan tulis yang siap diisi dengan deretan soal, aku teringat kembali pada malam-malam yang aku habiskan untuk belajar. Ada doa yang aku bisikkan di setiap halaman buku yang kubaca, berharap bahwa segala ilmu yang telah diberikan oleh Bapak dan Ibu Guru di SD Djama’atul Ichwan dapat terserap dengan baik dan bisa aku tuangkan kembali dalam lembar jawaban dengan penuh kejujuran. Aku tahu bahwa ujian ini bukan hanya sekadar angka di atas kertas, melainkan ujian tentang integritas dan kepercayaan diri. Sesuai pesan yang selalu diingatkan oleh guru-guruku, aku berusaha untuk tetap fokus dan tenang. Aku mencoba percaya pada kemampuanku sendiri, karena aku yakin bahwa usaha yang sungguh-sungguh tidak akan pernah mengkhianati hasil yang akan aku raih nantinya. Di tengah suasana ujian yang hening, aku merasa bersyukur berada di lingkungan sekolah yang sangat mendukung. Melihat teman-temanku yang juga berjuang dengan gigih memberikan energi positif bagiku untuk terus memberikan yang terbaik. Kami semua sedang berproses, berusaha melampaui batas kemampuan kami demi meraih cita-cita yang lebih tinggi dan membanggakan orang tua serta almamater tercinta. Mohon doa restunya dari Ayah, Bunda, dan Bapak Ibu Guru semua agar aku dan teman-temanku diberikan kemudahan serta kelancaran hingga hari terakhir ujian nanti. Semoga hasil yang kami peroleh memuaskan dan berkah untuk masa depan kami. Dan bagi adik-adik yang ingin merasakan pengalaman belajar yang luar biasa seperti kami, Info SPMB 2027/2028 sudah tersedia, mari bergabung bersama kami melalui kontak 085842677073. Hashtag: #SDDjamaatulIchwan #PSAJ2026 #PenilaianSumatif #SiswaBerprestasi #PejuangUjian #TaqwaCerdasBerbudaya #SekolahDasarSolo #SoloRaya #GenerasiPintar #SemangatUjian
Ukir Prestasi di Lapangan Hijau
🏆 Ukir Prestasi di Lapangan Hijau: Selamat, Mirza!Kebanggaan kembali menyelimuti keluarga besar SD Djama’atul Ichwan Surakarta. Salah satu siswa terbaik kami, **Mirza Farras Nurokhman** dari **kelas 5D**, baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan meraih **Juara 1 Liga Anak Usia Dini se-Solo Raya Kelompok Umur 2015**. Keberhasilan Mirza menjadi bukti nyata bahwa semangat pantang menyerah dan latihan yang konsisten akan selalu berujung pada kemenangan yang manis.Sebagai siswa kelas 5, Mirza telah menunjukkan kematangan dan sportivitas yang luar biasa selama kompetisi berlangsung. Prestasi ini bukan hanya tentang piala atau gelar juara, melainkan tentang bagaimana proses pembentukan karakter, disiplin, dan kerja sama tim yang kami tanamkan di sekolah dapat dipraktikkan secara nyata di lapangan. Mirza adalah potret generasi muda yang siap bersaing dan berprestasi di tingkat regional.Kami berharap pencapaian Mirza ini dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh siswa SD Djama’atul Ichwan lainnya untuk terus mengeksplorasi bakat dan minat mereka. Baik di bidang akademik maupun non-akademik, sekolah selalu berkomitmen untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap siswa agar bisa bersinar sesuai dengan talenta unik yang mereka miliki.Selamat atas prestasimu, Mirza! Teruslah rendah hati dan tetaplah haus akan prestasi di masa depan. Bagi para orang tua yang ingin putra-putrinya tumbuh dalam lingkungan yang mendukung potensi bakat secara maksimal, **PPDB Periode 2026-2027** telah dibuka. Mari bergabung bersama kami dan cetak sejarah juara baru di SD Djama’atul Ichwan! Informasi lebih lanjut silakan hubungi **085842677073**.—**Hashtag:**#SDDjamaatulIchwan #PrestasiSiswa #Juara1 #LigaAnakSoloRaya #SepakBolaAnak #GenerasiJuara #PPDBSolo #SiswaBerprestasi #SoloRaya #TaqwaCerdasBerbudaya
Talenta Muda Berbakat
🏆 Talenta Muda Berbakat: Selamat, Favio!Kabar membanggakan datang dari salah satu siswa terbaik kami, **Favio Aditya Fahreza Wifa**. Siswa kelas **4C** ini baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan meraih **Juara 1 dalam ajang Liga Anak Usia Dini se-Solo Raya untuk Kelompok Umur 2015**. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan latihan yang tekun di usia muda mampu membuahkan hasil yang sangat membanggakan bagi diri sendiri maupun sekolah.Favio telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa di lapangan hijau. Dengan semangat sportivitas dan kemampuan yang terus asah, ia berhasil mengungguli para pesaingnya di tingkat regional Solo Raya. Prestasi ini bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang pembentukan karakter yang tangguh, disiplin, dan pantang menyerah—kualitas yang selalu kami tanamkan pada setiap siswa di SD Djama’atul Ichwan Surakarta.Pencapaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi seluruh teman-teman di sekolah untuk terus menggali potensi dan bakat yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Kami percaya bahwa setiap anak memiliki “panggung” kemenangannya masing-masing. Dukungan penuh dari orang tua dan bimbingan guru menjadi kunci utama dalam mengantarkan putra-putri kita menuju gerbang kesuksesan seperti yang diraih Favio hari ini.Selamat sekali lagi untuk Favio! Teruslah berlatih, tetap rendah hati, dan jadilah kebanggaan keluarga serta sekolah. Bagi ayah dan bunda yang ingin putra-putrinya berkembang di lingkungan yang mendukung penuh prestasi siswa, **PPDB Periode 2026-2027** kini telah dibuka. Mari bergabung bersama keluarga besar SD Djama’atul Ichwan dan mari kita cetak generasi juara masa depan bersama-sama!—**Hashtag:**#SDDjamaatulIchwan #PrestasiSiswa #Juara1 #SepakBolaAnak #SoloRaya #GenerasiJuara #PPDBSolo #SiswaBerprestasi #TaqwaCerdasBerbudaya